Visi, Misi dan Strategi

Visi

Pelopor dan Unggul dalam Pendidikan Fisika dan bidang ilmu Fisika.

Misi

  1. Menyediakan sumber daya manusia dalam bidang Fisika dan Pendidikan Fisika untuk menunjang pembangunan nasional.
  2. Berpartisipasi dalam penelitian, pengembangan, serta penerapan ilmu Fisika dan pendidikan Fisika.
  3. Menyebarkan ilmu Fisika dan pendidikan Fisika guna menunjang kesejahteraan masyarakat

Kompetensi lulusan

  1. Menjadi calon guru fisika profesional yang memiliki kemampuan akademik dalam bidang studi fisika dan kependidikan fisika
  2. Menjadi peneliti pendidikan fisika.

Capaian Pembelajaran/Learning Outcome

  1. Menjadi warga negara yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangga dan cinta tanah air, serta memiliki moral, etika, dan kepribadian yang baik.
  2. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dan profesional berdasarkan hasil analisis terhadap informasi dan data, serta dapat memilih berbagai solusi alternatif secara mandiri dan kelompok dalam memecahkan persoalan pembelajaran dan layanan perkembangan peserta didik yang dihadapinya sesuai dengan konteks untuk memperoleh hasil pembelajaran yang terbaik dan perkembangan peserta didik dengan optimal.
  3. Memiliki kemampuan untuk memahami filosofi dan teori belajar berorientasi kecakapan personal, sosial dan akademik (life skills) pada pembelajaran fisika.
  4. Memiliki kemampuan untuk memahami konsep, hukum dan teori fisika.
  5. Memiliki kemampuan untuk menerapkan model pembelajaran fisika yang berorientasi kecakapan personal, sosial dan akademik (life skill) secara profesional melalui riset.
  6. Memiliki kemampuan memahami dan menerapkan metodologi penelitian pendidikan fisika dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam menyelesaikan masalah pembelajaran fisika.
  7. Memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran fisika dengan berpikir terbuka, kritis, inovatif, dan percaya diri, serta belajar sepanjang hayat untuk pengembangan personal dan profesional sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  8. Menguasai pengelolaan sumber daya pada penyelenggaraan kelas, laboratorium fisika dan lembaga pendidikan.
  9. Mampu mendiseminasikan hasil penelitian pendidikan fisika sesuai kaidah ilmiah yang baku baik tingkat nasional dan atau internasional..

Implementasi sasaran di atas didukung oleh strategi dasar berikut:

  1. Orentasi perhatian terpusat pada kepuasan kebutuhan pengguna.

Keberlangsungan hidup Jurdik Fisika bergantung pada pengguna jasanya (sekolah/lembaga). Oleh karenanya, sudah selayaknya Jurdik Fisika hendaknya memahami kebutuhan sekarang dan mendatang mahasiswanya, tidak sekedar  memenuhi kebutuhan minimal saja, tetapi berusaha melampaui harapan mahasiswanya.

  1. Kepemimpinan.

Pimpinan jurusan Jurdik Fisika menyusun perencanaan strategi untuk mencapai visi, misi,  kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui program-program yang telah disusun. Pimpinan jurusan harus bisa menciptakan dan memelihara atmosfer akademik, yang memungkinkan semua dosen dan karyawan dapat melibatkan dirinya secara penuh dalam pencapaian tujuan jurdik Fisika.

  1. Melibatkan karyawan.

Karyawan merupakan inti penggerak organisasi Jurdik Fisika, baik karyawan administrasi maupun karyawan edukatif. Semua karyawan tidak memandang tingkatan, hendaknya menggunakan segala kemampuannya  untuk dapat memberikan manfaat bagi organisasi Jurdik Fisika. Apa yang dapat saya berikan untuk Jurdik Fisika?, bukan saya dapat apa dari Jurdik Fisika. Kita mencari hidup di Jurdik Fisika, tetapi juga hidupilah Jurdik Fisika. Pernyataan ini perlu dibangun dan menjadi budaya bagi semua dosen/karyawan Jurdik Fisika, tidak terkecuali.

  1. Menekankan proses bukan Hasil.

Proses kegiatan merupakan hal penting dan utama bagi suatu proses kualitas. Hasil yang berkualitas tidak dapat dihasilkan tanpa proses yang berkualitas. Efisiensi akan terjadi secara sendirinya jika proses yang dilakukan berkualitas. Oleh karena itu optimalisasi sumberdaya yang dimiliki dan hasil kegiatan yang ingin dicapai, perlu dikelola dalam suatu bentuk serangkaian proses.

  1. Pengelolaan manajemen menggunakan pendekatan sistem.

Pengelolaan manajemen menggunakan pendekatan sistem. Artinya, aktivitas yang diselenggarakan, merupakan serangkaian banyak proses kegiatan yang banyak melibatkan karyawan dari berbagai unit kerja, sehingga tidak dibatasi oleh fungsi kegiatan. Karena itu dalam mengelola aktivitas tersebut terintegrasi dalam sebuah sistem. Tuntutan untuk mengetahui, memahami dan mengelola proses yang terkait sebagai sistem menjadi hal penting bagi semua orang, sehingga setiap orang akan memberi sumbangan pada keefektifan dan efisiensi Jurdik Fisika dalam mencapai tujuannya.

  1. Peningkatan perbaikan berkelanjutan.

Efektif dan efisien dalam melaksanakan proses kegiatan tidak dapat diperoleh secara tiba-tiba, tetapi perlu rencana dan program. Metode dan cara kerja dari setiap individu dan unit kerja Jurdik Fisika dituntut untuk dapat menemukan metode dan cara yang efektif dan efisien, sehingga untuk mencapainya perlu perbaikan-perbaikan terus menerus.  Peningkatan perbaikan berkelanjutan terjadi jika secara periodik ada evaluasi terhadap metode dan cara kerja tersebut. Dengan demikian, perbaikan berkelanjutan Jurdik Fisika secara menyeluruh hendaknya dijadikan tujuan tetap dari organisasi.

  1. Pendekatan fakta pada pengembalian keputusan

Disadari, sampai saat ini dikalangan kita masih ada yang memutuskan suatu kebijakan tidak didasarkan data dan fakta, tetapi interpretasi pribadi. Hal ini mengakibatkan kebijakan yang diambil cenderung by accident atau sekedar trend sehingga hasil yang diperoleh minimalis atau kurang efektif/tidak tepat sasaran, dan cenderung high cost. Keputusan yang didasarkan pada analisis data dan informasi akan menghasilkan hasil yang jauh lebih efektif dan tepat sasaran.

  1. Hubungan kemitraan yang saling menguntungkan

Pada hakekatnya unit-unit kerja di Jurdik Fisika (GKM, laboratorium, team dosen matakuliah, administrasi, taskforce) merupakan mitra kerja, sehingga hubungan antar unit kerja adalah kemitraan. Hasil kerja (keluaran) unit satu akan menjadi dasar pekerjaan (masukan) unit kerja lainnya. Jika keluaran yang dihasilkan unit sebelumnya cacat maka akan membuat unit penerimanya harus memproses kembali agar dapat dikerjakan. Hal ini berarti unit penerima tidak diuntungkan. Akibatnya secara keseluruhan terjadi pemborosan baik waktu maupun  biaya. Oleh karena itu, perlu dibangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan agar tercapai efektivitas dan efisiensi dari proses aktivitas tersebut sehingga menciptakan nilai tambah. Hal ini juga berlaku bagi mitra di luar Jurdik Fisika.