Pada hari Minggu besok, 29 September 2024, salah satu astreroid anggota populasi yang dikenal sebagai Arjuna akan tertangkap oleh gravitasi Bumi hingga membuatnya menjadi satelit alami Bumi, selain Bulan yang sudah kita kenal selama ini. Asteroid yang dinamai 2024 PT5 ini (ditemukan pada 7 Agustus 2024) hanya akan menjadi Bulan mini ( minimoon ) bagi Bumi dalam waktu singkat, hanya ~ 2 bulan, sebelum meninggalkan planet kita untuk kembali menjadi pengorbit Matahari.

Fenomena tangkapan gravitasi seperti ini menjadi laboratorium astrofisika yang penting, setidaknya karena 3 hal: (1) asteroid yang mendekat Bumi memberi kesempatan bagi astronom untuk mempelajari fisik objek dengan lebih jelas, (2) asteroid yang mendekat Bumi menjadi alat uji bagi kesiapan sistem pertahanan luar angkasa dari bahaya tumbukan yang ditimbulkan benda-benda langit, dan (3) asteroid yang mendekat Bumi memudahkan proses penambangan asteroid ( asteroid mining ) yang memiliki potensi ekonomi fantastis.

Penelitian yang kami lakukan ( Utama et al., 2023 ) memperoleh simpulan bahwa jumlah populasi meteoroid/asteroid kecil yang menjadi benda induk bagi peristiwa fireball (meteor yang melebihi terangnya planet Venus) ternyata bersesuaian dengan jumlah populasi asteroid kelompok Arjuna. Menurut Marcos & Marcos (2015) terdapat ~ 53 asteroid kelompok Arjuna dengan magnitudo absolut (H) < 30, sementara dari studi yang kami lakukan menggunakan data USG Sensors terdapat lebih dari 45 meteoroid/asteroid kecil penghasil fireball dengan magnitudo absolut (H) < 30. Merujuk kepada Marcos & Marcos (2015) pula, asteroid kelompok Arjuna inilah yang menjadi kontributor dominan objek penumbuk Bumi dalam ukuran < 50 m (yang pastinya berpotensi menghasilkan fenomena fireball ).

Selama menjadi minimoon Bumi mulai besok, asteroid 2024 PT5 tidak akan dapat diamati dengan mudah sebagaimana kita biasa mengamati Bulan. Ukurannya yang kecil (diameter ~ 11 m), memerlukan bantuan teleskop berdiameter ~ 80 cm untuk bisa mengamatinya.

Lintasan Si Kecil 2024 PT5 di Sekitar Bumi

Menggunakan data observasi yang tersedia di laman Minor Planet Center, saya menghitung keenam elemen orbit Keplerian objek ini untuk epoch 15 September 2024.

Menggunakan layanan JPL NASA, saya dan kolega di Pusat Riset Komputasi BRIN mengekstrak data elemen orbit 8 planet (Merkurius – Neptunus) dan Bulan (satelit alami Bumi).

Seluruh data yang terkumpul kami proses dengan integrator orbit IAS15 yang tersedia dalam paket REBOUND. Hasil yang kami peroleh, sebagaimana terlampir. Jejak asteroid 2024 PT5 di sekitar Bumi sejak 15 September 2024 hingga menjadi minimoon bagi Bumi dan akhirnya kembali menjadi pengorbit Matahari.

Al fakir Judhistira Aria Utama